Koperasi
Mahasiswa “Almamater” UNM merupakan salah satu UKM di Universitas Negeri
Makassar yang bergerak di bidang perkoperasian dan kewirausahaan, sama halnya
dengan koperasi – koperasi yang lain Kopma “Almamater” UNM Memiliki prinsip dan
tujuan yang sama yang terdapat dalam AD/ART. Dalam menunjang kinerja dari
koperasi mahasiswa tersebut maka dibentuklah lembaga kekaryaan yang bertujuan
untuk dapat mewadahi anggota dalam menyalurkan bakat dan minatnya masing –
masing. Menurut AD/ART yang baru disahkan pada RAT TB.2014. Terdapat 3 lembaga
kekaryaan dalam kopma “Almamater” UNM yaitu CTC, MBN, dan KOMED.
Eksistensi
lembaga kekaryaan saat ini bisa dikatakan cukup baik, apalagi dengan
dijadikannya Kopma Media sebagai salah satu lembaga kekaryaan kopma yang
bergelut dibidang jurnalistik. Yang diharapkan mampu mendongkrak popularitas
kopma “almamater” UNM agar dapat dikenal luas baik di internal maupun eksternal
kampus melalui karya – karya jurnalistik
serta kicauannya di berbagai media sosial. tetapi masih perlu dibenahi agar
dapat menarik perhatian dari para penikmat karya tersebut.
Peningkatan eksistensi
lembaga haruslah didampingi dengan peningkatan mutu Sumber Daya dari para
pengurus dan anggota lembaga kekaryaan. Pengurus lembaga hendaknya mengetahui
apa wewenang, hak dan kewajiban mereka. Pengurus
yang terpilih adalah orang – orang yang mempunya potensi dalam bidang kelembagaan
tersebut, memiliki ide – ide kreatif,
terbuka terhadap pengalaman baru. Serta Menjadi sosok yang dapat dicontoh oleh para
pengurus selanjutnya.
Salah satu cara
untuk meningkatkan eksistensi lembaga kekaryaan adalah melalui loyalitas dan
kreativitas dari para pengurus dan anggota. Menurut Foster dan Cadogan (2000: 38) definisi loyalitas adalah menentukan pilihannya
untuk tetap menggunakan produk atau jasa dari suatu perusahaan. Sikap
menentukan pilihan tersebut juga untuk membuat komitmen dan melakukan pembelian
ulang pada perusahaan tersebut. Loyalitas menurut Fandy Tjiptono (2000: 110) adalah suatu komitmen pelanggan terhadap
suatu merk, toko, atau pemasok berdasarkan sikap positif dan tercermin dari
pembelian yang konsisten. Sedangkan menurut Kotler
(2002: 18) loyalitas pelanggan adalah suatu ukuran keterikatan pelanggan
terhadap suatu produk yang terwujud pada keinginan untuk merekomedasikannya pada orang lain.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa loyalitas secara umum dapat diartikan
sebagai kesetiaan sesorang atas suatu produk maupun jasa tertentu. Oleh karena
itu, Loyalitas terhadap lembaga kekaryaan merupakan kesetiaan terhadap lembaga
kekaryaan Kopma yang ditandai dengan keikutsertaannya
dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga kekaryaan,serta mampu
untuk memperkenalkan atau merekomendasikan Koperasi Mahasiswa “Almamater ”UNM
terkhusus lembaga kekaryaannya agar dapat diminati oleh banyak mahasiswa atau
anggota. Dalam usaha memperkenalkan Kopma kepada para anggota pengurus lembaga harus mampu bersosialisasi
/berinteraksi dan memberdayakan anggota agar tidak ada yang merasa sia – sia
dalam menghadiri kegiatan Kopma.
Pengurus
/anggota yang loyal kepada lembaga kekaryaan seyogyanya meluangkan waktu untuk selalu
hadir dalam setiap rapat, kegiatan atau kajian – kajian yang diadakan oleh
kopma. Namun, jika anggota atau pengurus lembaga kekaryaan tidak dapat menghadiri
agar dapat memberikan sumbang saran, pendapat, maupun kinerja yang
efektif serta bersedia untuk diberi tanggungjawab terhadap suatu kegiatan dan
mampu untuk melaksanakannya.
Lembaga
kekaryaan terasa kurang tanpa adanya Seni , Dari kegiatan – kegiatan Kopma
sebelumnnya terlihat jelas bahwa banyak anggota kopma yang memiliki potensi
dalam seni, namun tidak memiliki wadah untuk mencairkannya. Jika kopma sudah
memiliki CTC yang bergerak dibidang pendidikan dan diklat, MBN yang bergerak di
bidang kewirausahaan serta KOMED dalam bidang jurnalistiknya, maka diperlukan
sebuah lembaga yang mewadahi anggotanya untuk dapat menyalurkan minat dan
bakatnya dalam bidang kesenian seperti menyanyi, menari, drama dan lain
sebagainya yang berhubungan dengan Koperasi. Contohnya drama : Anggota kopma
dapat memainkan drama tentang anggota yang tidak tahu bagaimana cara mendapatkan
SHU yang dapat dituangkan dalam bentuk video singkat, maupun pertunjukkan
langsung.
Jika
Kopma mengadakan kegiatan – kegiatan besar misalnya Harla Kopma yang ingin
menampilkan seni tari, drama dan lain sebagainya. Maka lembaga ini hadir untuk memberikan
pelatihan terhadap anggota yang ingin memberikan sumbangsihnya dalam bidang
kesenian. Anggota – anggota yang menajdi pengurus dalam lembaga ini harus mampu
berpikir kreatif, imajinatif, dan memiliki bakat dalam bidang kesenian. Kreatif
dalam arti mereka mampu menampilkan apa yang belum ada sebelumnya. Imajinatif
dalam artian mereka memiliki imajinasi untuk mengembangkan kreatifitas yang
belum pernah ada tersebut. memiliki bakat dalam bidang kesenian artinya mereka
yang menjadi anggota harus memiliki bakat dan minat dalam bidang kesenian sehingga
dalam pelatihan tidak terlalu kaku dalam menjalankan tanggungjawab sebagai
pengurus.
Melalui
loyalitas dan kreatifitas dari para pengurus dan anggota lembaga kekaryaan maka
eksistensi lembaga kekaryaan tersebut tentunya akan semakin meningkat dan
diminati banyak anggota – anggota baru.
Good post
BalasHapusGood post
BalasHapus